30 C
Jakarta

Apersi keluhkan pembatasan pendanaan perbankan ke proyek properti

Must read

Saudi Arabia rancang kota cerdas bebas kendaraan sepanjang 170 km

Pernahkah anda membayangkan sebuah kota yang dihuni sebanyak 1 juta orang namun tanpa jalan, tidak ada mobil atau kendaraan lain? Meskipun luas,...

Cat ini berteknologi antivirus pertama di Indonesia

Kendati sudah lebih dari 10 bulan pandemi berlangsung, tetapi jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Ini dia produk baru Samsung di CES 2021: kulkas, TV hingga robot pintar dengan AI

Raksasa elektronik asal Korea, Samsung membagikan informasi produk-produknya yang diperkenalkan di pameran teknologi CES 2021. Perusahaan ingin memperlihatkan bagaimana inovasi dalam...

Pembersih udara ini mampu hambat penyebaran virus Corona

Berdasarkan hasil verifikasi, produsen alat rumah tangga elektronik, Panasonic menegaskan bahwa Teknologi nanoe™ X yang dipakai pada produk pendingin ruangan (AC) mampu...

ASOSIASI Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengeluhkan perbankan yang sangat membatasi pendanaan ke proyek properti selama pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal DPP Apersi Daniel Djumali mengatakan banyak proyek yang tadinya berjalan lancar tiba-tiba kesulitan dalam cash flow akibat likuiditas berkurang di perbankan.

“Kredit kontruksi juga tersendat karena perbankan mengalami kesulitan likuiditas atau mengurangi porsi penyaluran kredit baru,” ujarnya seperti dikutip Bisnis pada Jumat (25/12/2020).

Menurutnya, kredit pemilikan rumah mengalami kontraksi akibat banyaknya persyaratan perbankan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam memperoleh rumah. “Ini karena perbankan lebih selektif dalam menyalurkan KPR.”

Daniel menambahkan permintaan konsumen dan penjualan properti pasar menengah bawah atau subsidi MBR turun 30 persen hingga 40 persen, pasar menengah turun 50 persen hingga 60 persen, dan pasar atas turun 70 persen.

Selain itu, selama pandemi relatif hanya sedikit pembukaan proyek-proyek perumahan yang baru, karena pengembang harus ekstra hati-hati. “Pandemi ini membuat tekanan pada pengembang,” tutur Daniel.

Kinerja bisnis properti selama tahun ini memang berada dalam tekanan terutama akibat pandemi Covid-19. Hampir semua subsektor properti mengalami tekanan sehingga kinerjanya merosot.

Meski demikian, subsektor perumahan tapak masih menjadi yang paling mampu untuk bertahan di tengah kondisi yang tak kunjung membaik ini.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Saudi Arabia rancang kota cerdas bebas kendaraan sepanjang 170 km

Pernahkah anda membayangkan sebuah kota yang dihuni sebanyak 1 juta orang namun tanpa jalan, tidak ada mobil atau kendaraan lain? Meskipun luas,...

Cat ini berteknologi antivirus pertama di Indonesia

Kendati sudah lebih dari 10 bulan pandemi berlangsung, tetapi jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah.

Ini dia produk baru Samsung di CES 2021: kulkas, TV hingga robot pintar dengan AI

Raksasa elektronik asal Korea, Samsung membagikan informasi produk-produknya yang diperkenalkan di pameran teknologi CES 2021. Perusahaan ingin memperlihatkan bagaimana inovasi dalam...

Pembersih udara ini mampu hambat penyebaran virus Corona

Berdasarkan hasil verifikasi, produsen alat rumah tangga elektronik, Panasonic menegaskan bahwa Teknologi nanoe™ X yang dipakai pada produk pendingin ruangan (AC) mampu...

Kolaborasi dengan Abbot, Mowilex sediakan swab antigen karyawan

Produsen cat PT Mowilex Indonesia (Mowilex) berupaya mengendalikan risiko penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja selama pandemi dengan dengan memfasilitasi tes swab antigen...