25.2 C
Jakarta

Koichi Takada, arsitek yang sukses menaturalisasi perkotaan

Must read

Dibanderol Rp30 miliar per unit, rumah mewah di NavaPark BSD laris terjual

SIAPA bilang rumah seharga puluhan miliar hanya bisa dipasarkan di kawasan elit Jakarta seperti Pondok Indah, Menteng atau Kemang? Nyatanya, rumah seharga...

Lover’s Deep tawarkan liburan mewah di laut Karibia

Andaikan anda orang terkaya di dunia seperti Waren Buffet, Bill Gates atau Jack Ma, maukah membelanjakan uang sebesar Rp 4 miliar hanya...

Mengintip mall terbesar, termegah dan teramai di dunia

Air terjun ilusi di Dubai Mall. sumber foto: citytourindubai.com

Judi dan hotel Empathy Suite yang mewah artistik

Archie Karas adalah pemain judi paling top  dalam sejarah perjudian dunia dan menjadi salah satu cerita judi yang paling menakjubkan di muka...

CROWN GROUP bulan November ini rencananya akan meluncurkan proyek perdananya di Melbourne, Australia. Proyek bernama Artis dengan arsitek Koichi Takada di kawasan Southbank tersebut merupakan apartemen bagian dari pipeline yang nilainya tak kurang dari Rp30 triliun. Hebatnya lagi, Indonesia menjadi negara pertama peluncuran megaproyek tersebut. Tak heran. Pasalnya bos Crown Group adalah orang Indonesia yang sukses menjadi developer di Negeri Kangguru. Setelah itu launching proyek dilanjutkan Tiongkok, Asia Tenggara, dan terakhir Australia sekaligus menutup 2020.

Komisaris & CEO Crown Group Iwan Sunito mengatkan pihaknya optimistis meski diluncurkan di saat pandemi, ARTIS akan menjadi magnet bagi pasar properti residensial di Melbourne. “Fundamental pasar utama sangat support, terutama di wilayah CBD Melbourne dan kami optimistis ARTIS akan menjadi magnet pasar properti di sana,” ujarnya belum lama ini.

Untuk merealisasikan itu, Crown Group rasanya tak salah menunjuk Koichi Takada sebagai arsitek ARTIS. Pasalnya, dia adalah generasi baru di dunia arsitektur yabg piawai menaturalisasi arsitektur di tengah-tengah lingkungan perkotaan.

Pengalamannya tinggal di kota-kota dengan tingkat urbanisasi tinggi seperti Tokyo, New York dan London menjadikan karya-karya arsitektur Koichi Takada seakan melekat pada lingkungan perkotaan namun menyatu dengan alam.

Apartemen ARTIS di Melbourne. (Image: Crown Group)

Arsitektur kelas dunia

Pada 2008 dia mendirikan Koichi Takada Architects yang berbasis di Sydney, Australia. Dari kantor inilah lahir karya-karya arsitektur kelas dunia yang mampu mengubah ‘langit’ Sydney, Brisbane, Tokyo, Los Angeles, dan Mexico City. Dengan proyek ARTIS, proyek terbarunya, Koichi Takada dipastikan juga akan mampu mengubah satu sudut kota Melbourne menjadi terlihat lebih natural.

Sebelumnya, dia juga menggarap Infinity, juga proyek Crown Group di Green Square yang memunculkan wajah futuristik senilau US$525 juta, berbentuk seperti lingkaran raksasa, dijuluki The Donut. Proyek lainnya adalah Arc di Sydney CBD, podium bangunan 22 lantai dengan serangkaian lengkungan batu bata berlapis dan taman atap umum dalam sangkar rusuk putih melengkung yang mencolok.

Bekerja sama dengan arsitek Jepang terkenal yang namanya mendunia, Kengo Kuma, dia juga memenangkan penghargaan pembangunan landmark baru di Waterloo. Arsitek Koichi Takada juga mengerjakan enam interior Museum Nasional Qatar di Doha.

Konsep ‘art in motion’

Akan halnya apartemen ARTIS, Koichi Takada mengatakan, kawasan seni Melbourne sangat penting bagi kota sehingga secara alami mempengaruhi desain bangunan tersebut.

“Saat kami mulai mendesain, kami ingin memikirkan tentang hubungan antara seni dan bentuk dengan kata lain seni dan arsitektur,” katanya.

Dan, demikian Koichi, seni dan arsitektur itu berlawanan, yang satu memiliki fungsi, yang lain tidak memiliki fungsi yang ditentukan.

“Jadi, kami datang dengan konsep art in motion. Oleh karenanya, ini menciptakan rasa ketegangan antara seni dan arsitektur, kontras dengan upaya memanusiakan bangunan bertingkat tinggi dalam konteks perkotaan,” tutur Koichi.

Dia mengatakan, bahwa dirinya terinspirasi oleh gambar dalam seni yang akhirnya memunculkan desain yang memiliki dua menara putih melengkung yang mencolok dikelilingi oleh “pita” putih yang berliku-liku.

“Pita tersebut akan membentuk pola indah yang berkilau putih, memantulkan cahaya, menciptakan kanvas yang selalu berubah dan menjadi mercusuar bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Bagi Koichi, apa yang dilakukan Crown Group di satu sudut Melbourne adalah sesuatu yang baik untuk lingkungan kota itu. “Dengan tempat tinggal bergaya resor dan fasilitas umum seperti teras taman di puncak gedung, ruang serba guna, ruang bermain anak-anak, dan gym. Semua ini adalah bangunan yang khas Crown Group,” kata Koichi Takada. (Deddy H. Pakpahan)

Foto: architectureanddesign.com.au

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Dibanderol Rp30 miliar per unit, rumah mewah di NavaPark BSD laris terjual

SIAPA bilang rumah seharga puluhan miliar hanya bisa dipasarkan di kawasan elit Jakarta seperti Pondok Indah, Menteng atau Kemang? Nyatanya, rumah seharga...

Lover’s Deep tawarkan liburan mewah di laut Karibia

Andaikan anda orang terkaya di dunia seperti Waren Buffet, Bill Gates atau Jack Ma, maukah membelanjakan uang sebesar Rp 4 miliar hanya...

Mengintip mall terbesar, termegah dan teramai di dunia

Air terjun ilusi di Dubai Mall. sumber foto: citytourindubai.com

Judi dan hotel Empathy Suite yang mewah artistik

Archie Karas adalah pemain judi paling top  dalam sejarah perjudian dunia dan menjadi salah satu cerita judi yang paling menakjubkan di muka...

Koichi Takada, arsitek yang sukses menaturalisasi perkotaan

CROWN GROUP bulan November ini rencananya akan meluncurkan proyek perdananya di Melbourne, Australia. Proyek bernama Artis dengan arsitek Koichi Takada di kawasan...