25.2 C
Jakarta

Sektor e-commerce, fintech, dan e-logistics warnai aktivitas pasar perkantoran

Must read

Dibanderol Rp30 miliar per unit, rumah mewah di NavaPark BSD laris terjual

SIAPA bilang rumah seharga puluhan miliar hanya bisa dipasarkan di kawasan elit Jakarta seperti Pondok Indah, Menteng atau Kemang? Nyatanya, rumah seharga...

Lover’s Deep tawarkan liburan mewah di laut Karibia

Andaikan anda orang terkaya di dunia seperti Waren Buffet, Bill Gates atau Jack Ma, maukah membelanjakan uang sebesar Rp 4 miliar hanya...

Mengintip mall terbesar, termegah dan teramai di dunia

Air terjun ilusi di Dubai Mall. sumber foto: citytourindubai.com

Judi dan hotel Empathy Suite yang mewah artistik

Archie Karas adalah pemain judi paling top  dalam sejarah perjudian dunia dan menjadi salah satu cerita judi yang paling menakjubkan di muka...

KONSULTAN properti Cushman & Wakefield mengungkapkan akibat pandemi Covid 19 yang sudah berlangsung kurang lebih delapan bulan dan belum jelas kapan akan berakhir, sektor properti perkantoran belum menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan. Hingga kini, pasar perkantoran masih menunjukkan aktivitas dengan masih survive-nya sektor e-commerce, fintech, dan e-logistics.

Fakta di mana sebagian besar tenaga kerja masih berada di rumah semakin menunjukkan belum terlihat adanya arah yang jelas dalam jangka panjang mengenai kebutuhan ruang atau preferensi kerja untuk industri seperti perbankan, asuransi, dan institusi finansial. Lembaga-lembaga keuangan ini memang masih mengevaluasi untuk menentukan arah dalam masa pandemi ini.

Executive Director Commercial Cushman & Wakefield Nonny Subeno mengatakan sampai dengan kuartal III-2020 ini, pasar perkantoran mengalami penurunan hingga rekor terendah.

“Aktivitas penyewaan ruang kantor melambat untuk yang kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan. Kondisi pasar perkantoran seakan-akan terhenti,” katanya.

Bagaimana tidak? Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi terus memberikan tantangan kepada para pemilik bangunan di Jakarta, dengan harga sewa tetap berada di bawah tekanan dengan demand yang sangat minim. “Ya, harapannya cuma pada sektor e-commerce, fintech, dan e-logistics.”

Pasok hanya dari satu proyek

Lebih lanjut Nonny mengatakan, hingga kuartal IIai -2020 hanya ada satu proyek yang menjadi tambahan pasokan baru pasar ruang perkantoran. Pasok tersebut datang dari RDTX Place, proyek seluas 98.500 m2 yang berlokasi di Jl Prof. DR Satrio. Dengan masuknya proyek ini, total pasokan kumulatif pasar perkantoran CBD Jakarta kini berjumlah 7,03 juta m2 dan dipastikan tidak ada pasokan baru yang diperkirakan akan masuk sampai akhir 2020.

“Penyelesaiannya [pembangunan proyek perkantoran] banyak yang tertunda akibat pandemi, paling tidak sampai tahun depan,” tuturnya.

Lebih lanjut Nonny mengatakan pandemi Covid-19 mempengaruhi seluruh sektor bisnis, beberapa aktivitas downsizing (perampingan atau efisiensi ruang kantor), relokasi, bahkan penutupan ruang kantor terlihat di banyak bangunan di CBD, terutama pada perkantoran Grade B dan C. Sedangkan tingkat serapan bersih tercatat negatif 41.600 m2 dalam kuartal III-2020 menjadikan reduksi year-to-date hunian perkantoran ke 54.000 m2.

ÔÇťOkupansi rata-rata pada pasar perkantoran CBD menurun ke 72.6% pada akhir September 2020 dan memungkinkan untuk terus menurun pada bulan-bulan akhir di tahun ini.”

Cushman & Wakefield mengungkapkan beberapa tanda perbaikan kondisi pasar sempat muncul pada Juli dan Agustus, dengan bertambahnya inquiry dan meningkatnya aktivitas inspeksi bangunan, sebagai dampak dari pelonggaran pembatasan operasional kantor oleh pemerintah. Tapi itu tidak berlangsung lama dengan adanya pengetatan kembali PSBB pada September. Bahkan selama September 2020 tidak ada transaksi di pasar perkantoran.

Selama kuartal III-2020 terdapat dua kesepakatan transaksi penting, yakni relokasi seluas 5.000 m2 oleh sebuah perusahaan minyak dan gas, juga transaksi ruang seluas 3.000 m2 oleh bisnis e-commerce.

Harga sewa turun

Soal aktivitas sewa, Cushman & Wakefield mengungkapkan terjadi penurunan. Harga sewa dengan rupiah terus mengalami penurunan pada kuartal ketiga, sejalan dengan meningkatnya kekosongan ruang pada pasar perkantoran. Pada akhir September, harga sewa gross rata-rata perkantoran CBD berada pada Rp282.100,00 per m2 per bulan (penurunan sebesar 5,7% YoY). Dalam Dolar AS, angka tersebut berada di US$18,96 per m2 per bulan, turun sebesar 10,2% YoY.

Dengan perkiraan perkembangan ekonomi yang menurun sekitar -2%, tren terhadap lokasi perkantoran dengan biaya yang lebih rendah, downsizing ruang perkantoran, dan potensi penutupan operasional kantor yang lebih banyak pada pasar perkantoran CBD diperkirakan akan masih terjadi dalam jangka pendek.

Di samping itu, harga sewa gross akan tetap berada di bawah tekanan dengan lemahnya permintaan dan tingginya kekosongan ruang. Pemilik gedung akan tetap menghadapi permintaan penundaan pembayaran sewa atau service charge dan penangguhan sewa atau negosiasi ulang dari para penyewa ruang perkantoran.

Beberapa rencana sebelumnya mengenai relokasi dan atau ekspansi ruang kantor terlihat akan tetap mengalami penundaan. Paling tidak hingga kuartal I-2021 atau hingga situasi pandemi Covid 19 menjadi lebih stabil. (Deddy H. Pakpahan)

Foto: Deddy H. Pakpahan

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article

Dibanderol Rp30 miliar per unit, rumah mewah di NavaPark BSD laris terjual

SIAPA bilang rumah seharga puluhan miliar hanya bisa dipasarkan di kawasan elit Jakarta seperti Pondok Indah, Menteng atau Kemang? Nyatanya, rumah seharga...

Lover’s Deep tawarkan liburan mewah di laut Karibia

Andaikan anda orang terkaya di dunia seperti Waren Buffet, Bill Gates atau Jack Ma, maukah membelanjakan uang sebesar Rp 4 miliar hanya...

Mengintip mall terbesar, termegah dan teramai di dunia

Air terjun ilusi di Dubai Mall. sumber foto: citytourindubai.com

Judi dan hotel Empathy Suite yang mewah artistik

Archie Karas adalah pemain judi paling top  dalam sejarah perjudian dunia dan menjadi salah satu cerita judi yang paling menakjubkan di muka...

Koichi Takada, arsitek yang sukses menaturalisasi perkotaan

CROWN GROUP bulan November ini rencananya akan meluncurkan proyek perdananya di Melbourne, Australia. Proyek bernama Artis dengan arsitek Koichi Takada di kawasan...